BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Secara teoritis ada dua pendekatan yang
dapat digunakan bank dalammanajemen pendanaan dan pembiayaan yaitu Pendekatan
pool of fund approach dan assets allocation approach Pendekatan pool of fund
approach dan assets allocationapproach digunakan bank
syariah dalam manajemen pendanaan dan pembiayaan.Masing masing pedekatan ini
memiliki perbedaan mendasar meskipun subtansinya sama. Perbedaan mendasar
terletak pada pola pendanaan saja. Sementara subtasinya bahwa kedua pendekatan
itu mengunakan aqad yang sama, baik pada pendanaanmaupun pembiayaan yaitu
aqad-aqad yang dibenarkan dalam islam. Keputusanpemilihan terhadap salah satu
dari kedua pendekatan itu sangan tergantung pada kebijakan manajerial
masing-masing bank.
Kecenderungan itu sangat tergantung pada kesiapan bank
baik kesiapan sumber daya manuisa maupun standar operasional bank.Pedekatan
pool of fund approach melakukan penghimpuna dana yangbersumber dari berbagai
pihak dengan berbagai macam aqad ke dalam satu kas,artinya semua pendanaan
dikumpulkan dalam satu terminal (pool) kemudian bebasmengalokasikan ke dalam
berbagai bentuk pembiayaan yang tidak dibatasi oleh model-model akad yang
berbeda-beda baik earning (memilki hasil) maupunnon earning(tidak ada hasil). Sementara pendekatan
assets allocation approach tidak menggunakan sistimterminal (pool). Artinya,
bank langsung dapat mengalokasikan setiap dana yangdikumpulkan ke sektor
pembiayaan yang diinginkan namun dibatasi oleh kelompok aqad tertentu.
B.
Rumusan masalah
Adapun rumusan
masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Apa Pengertian manajemen bank?
2.
Apa Pengertian permodalan bank?
3.
Bagaimana Penyaluran kredit?
4.
Bagaimana Studi Kelayakan Usaha?
5.
Bagaimana Tujuan Analisis Kelayakan?
6.
Bagaimana Keperluan Untuk Penyusunan Studi
Kelayakan?
7. Bagaimana Usaha yang
Bankable?
C.
Tujuan Masalah
Adapun tujuan masalah pada makalah ini adalah sebagai
berikut:
1.
Untuk mengetahui pengertian manajemen bank.
2.
Untuk mengetahui pengertian permodalan bank
3.
Untuk mengetahui penyaluran kredit.
4.
Untuk mengetahui studi kelayakan usaha.
5.
Untuk mengetahui tujuan analisis kelayakan
6.
Untuk mengetahui keperluan untuk penyusunan studi
kelayakan.
7.
Untuk mengetahui usaha yang bankeble.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Manajemen
Bank
Manajemen perbankan adalah ilmu dan
seni dalam mengatur kegiatan pengumpulan dana, penyaluran kredit dan
pelaksanaan lalu lintas pembayaran agar efektif mencapai tujuan. Di dalam
manajemen perbankan akan dibahas hal hal yang lebih spesifik yakni
a. Manajemen dana bank(MDB) dengan
focus analisis meliputi penarikan dan pengumpulan data
b. Manajemen perkreditan bank dengan
focus meliputi penyaluran kredit
c. Manajemen lalulintas pembayaran
dengan focus analisis tentang pelaksanaan kliring transfer dan inkaso
d. Manajemen sumber daya manusia dengan focus
analisis tentang masalah sumber daya manusia.
Pertumbuhan ekonomi suatu negara
dapat ditandai dengan pertumbuhan industri perbankan yang ada dalam negara
tersebut. Semakin berkembang industri perbankan maka semakin baik pula
pertumbuhan ekonomi negara itu sendiri. Salah satu usaha jasa yang menawarkan
berbagai kebutuhan masyarakat akan jasa pelayanan keuangan.
Maka usaha jasa perbankan selain
mengedepankan profesionalisme dalam pelayanan kepada masyarakat sebagai
nasabah, juga harus mengedepankan kepercayaan, karena dapat dikatakan bahwa
industri perbankan adalah merupakan industri yang menjual kepercayaan kepada
masyarakat sebagai nasabahnya.
Masyarakat sebagai konsumen atau
pasar yang dituju oleh industri perbankan memiliki berbagai pertimbangan
dalam memilih usaha jasa perbankan yang akan digunakannya, hal tersebut dapat
dilihat dari faktor tingkat bunga yang ditawarkan oleh perbankan kepada
masyarakat, tingkat kenyamanan yang dirasakan oleh masyarakat dalam hal penyimpanan
uang pada bank tersebut, juga mengenai kemudahan dalam memperoleh pinjaman.
Faktor-faktor tersebut yang menjadi
dasar pertimbangan masyarakat untuk memilih jasa perbankan, baik secara
langsung maupun tidak langsung dapat membentuk loyalitas pada diri masyarakat
akan bank yang dijadikan sebagai pilihan yang dipercayainya.
Keberadaan jasa perbankan dalam
masyarakat memang lebih menguntungkan terutama pada sektor perekonomian, di
mana para pelaku ekonomi lebih leluasa dalam menjalankan proses kegiatan
ekonominya untuk menunjang kelangsungan hidup.
B. Pengertian Modal Bank
Modal adalah dana
yang ditempatkan pihak pemegang saham, pihak pertama pada bank yang memiliki
peranan sangat penting sebagai penyerap jika timbul kerugian (risk loss).
Modal juga merupakan investasi yang dilakukan oleh pemegang saham yang
harus selalu berada dalam bank dan tidak ada kewajiban pengembalian atas
penggunaannya. Pengertian modal menurut Dahlan Siamat (2000;56)
:
“Modal bank adalah
dana yang diinvestasikan oleh pemilik dalam rangka pendirian badan usaha yang
dimaksudkan untuk membiayai kegiatan usaha bank disamping memenuhi peraturan
yang ditetapkan”
Adapun pengertian modal menurut Komaruddin
Sastradipoera (2004;297):
“Modal bank sebagai
sejumlah dana yang diinvestasikan dalam berbagai jenis usaha (ventura)
perbankan yang relevan”
Sedangkan pengertian modal menurut N.Lapoliwa
(2000;137) :
“Modal bank merupakan
modal awal pada saat pendirian bank yang jumlahnya telah ditetapkan dalam
suatu ketentuan atau pendirian bank”
Berdasarkan uraian di
atas dapat disimpulkan bahwa modal bank merupakan dana yang diinvestasikan oleh
pemilik untuk membiayai kegiatan usaha bank yang jumlahnya telah
ditetapkan.
Komponen - komponen Modal Bank
1.
Modal Inti (primary capital)
Komponen modal inti pada
prinsipnya terdiri atas modal disetor dan cadangan-cadangan yang dibentuk
dari laba setelah pajak. Dengan perincian sebagai berikut:
a)
Modal disetor, yaitu modal yang disetor secara
efektif oleh pemiliknya.
b)
Agio saham, yaitu selisih lebih setoran modal
yang diterima oleh bank sebagai akibat harga
saham yang melebihi nilai nominalnya.
c)
Cadangan Umum, yaitu cadangan yang dibentuk dari
penyisihan laba yang ditahan atau dari laba bersih setelah
dikurangi pajak, dan mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham atau Rapat Anggota sesuai dengan
ketentuan pendirian atau anggaran dasar masing -masing bank.
d) Cadangan Tujuan, yaitu
bagian laba setelah dikurangi pajak yang disisihkan untuk tujuan tertentu dan
telah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham atau Rapat Anggota.
e)
Laba yang ditahan (retained earnings),
yaitu saldo laba bersih setelah dikurangi pajak yang oleh Rapat Umum Pemegang
Saham atau Rapat Anggota diputuskan untuk tidak dibagikan.
f)
Laba tahun lalu, yaitu laba bersih tahun-tahun
lalu setelah dikurangi pajak, dan belum ditetapkan penggunaannya oleh Rapat
Umum Pemegang Saham atau Rapat Anggota.Jumlah laba tahun lalu yang
diperhitungkan sebagai modal inti hanya sebesar 50 %. Dalam hal bank mempunyai
saldo rugi tahun-tahun lalu, maka seluruh kerugian tersebut menjadi faktor
pengurang dari modal inti.
g)
Laba tahun berjalan, yaitu laba yang diperoleh
dalam tahun buku berjalan setelah dikurangi taksiran utang pajak. Jumlah laba
tahun buku berjalan yang diperhitungkan sebagai modala inti hanya sebesar 50%.
Dalam hal pada tahun berjalan bank mengalami kerugian, maka seluruh kerugian
tersebut menjadi faktor pengurang dari modal inti.
h)
Bagian kekayaaan bersih anak perusahaan yang
laporan keuangannya dikonsolidasikan (minority interest), yaitu modal
inti anak perusahaan setelah dikompensasikan dengan nilai penyertaan bank pada
anak perusahaan tersebut. Yang dimaksud dengan anak perusahaan adalah bank
lain, lembaga keuangan atau lembaga pembiayaan yang mayoritas sahamnya dimiliki
oleh bank.
2.
Modal Pelengkap (secondary capital)
Modal pelengkap terdiri atas cadangan-cadangan yang dibentuk tidak dari laba setelah pajak
serta pinjaman yang sifatnya dipersamakan dengan modal. Secara rinci
modal pelengkap dapat berupa :
a)
Cadangan revaluasi aktiva tetap, yaitu cadangna
yang dibentuk dari selisih penilaian kembali aktiva tetap yang telah medapat
persetujuan Direktorat Jendral Pajak
b)
Cadangan penghapusan aktiva yang
diklasifikasikan, yaitu cadangan yang dibentuk dengan cara membebani laba rugi
tahun berjalan, denga maksud untuk menampung kerugian yang mungkin timbul
sebagai akibat dari tidak diterimanya kembali sebagain atau seluruh aktiva
produktif. Dalam kategori, cadangan ini termasuk cadangan piutang ragu-ragu dan
cadangan penurunan nilai surat-surat berharga. Jumlah cadangan penghapusan
aktiva yang diklasifikasikan yang dapat diperhitungkan adalah maksimum sebesar
1,25% dari jumlah aktiva tertimbang menurut resiko.
c)
Modal kuasi yang menurut BIS disebut hybrid (debt/equity)
capital instrumen, yaitu modal yang didukung oleh instrumen atau warkat yang
memiliki sifat seperti modal atau utang dan mempunyai ciri-ciri :
1.
Tidak dijamin oleh bank yang bersangkutan,
dipersamakan dengan modal (subordinated) dan telah dibayar penuh.
2.
Tidak dapat dilunasi atau ditarik atas inisiatif
pemilik, tanpa persetujuan Bank Indonesia.
3.
Mempunyai kedudukan yang sama dengan modal dalam
hal jumlah kerugian bank melebihi retained earnings dan cadangan-cadangan yang
termasuk modal inti, meskipun bank belum dilikuidasi pembayaran bunga dapat
ditangguhkan apabila bank dalam keadaan rugi atau laba tidak mendukung untuk
membayar bunga tersebut.
4.
Dalam pengertian modal kuasi ini termasuk
cadangan modal yang berasal dari penyetoran modal yang efektf oleh pemilik bank
yang belum didukung oleh modal dasar (yang sudah mendapat pengesahan dari
instansi yang berwenang) yang mencukupi.
d)
Pinjaman subordinasi, yaitu pinjaman yang
mempunyai syarat-syarat sebagai berikut :
1.
Ada perjanjian tetulis antara bank dengan
pemberi pinjaman.
2.
Mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Bank
Indonesia. Dalam hubungan ini pada saat bank mengajukan permohonan persetujuan,
bank harus menyampaikan program pembayaran kembali pinjaman subordinasi
tesebut.
3.
Tidak dijamin oleh bank yang bersangkutan dan
telah dibayar penuh. Minimal berjangka waktu 5 (lima) tahun.
4.
Pelunasan sebelum jatuh tempo harus mendapat
persetujuan dari BI, dan dengn pelunasan tersebut permodalan bank tetap sehat.
Hak tagihnya dalam hal terjadinya likuidasi berlaku paling akhir
dari segala pinjaman.
C.
Prosedur Penyaluran
Kredit
a.
Gambaran Umum
Prosedur pemberian kredit dan penilaian kredit oleh dunia
perbankan secara umum antar bank yang satu dengan yang lain tidak jauh berbeda.
Yang menjadi perbedaan mungkin hanya terletak dari bagaimana tujuan bank
tersebut serta persyaratan yang ditetapkannya dengan pertimbangan
masing-masing.
b.
Prosedur Pemberian Kredit
Prosedur pemberian dan penilaian kredit oleh perbankan pada
umumnya tidak jauh berbeda. Perbedaannya terletak pada persyaratan yang
ditetapkan dan pertimbangan masing-masing.
Prosedur
pemberian kredit adalah sebagai berikut:
1. Pengajuan berkas-berkas
Pengajuan
proposal kredit hendaklah berisi antara lain:
a. latar belakang perusahaan/kelompok
usaha;
b. maksud dan tujuan;
c. besarnya kredit dan jangka waktu;
d. cara pengembalian kredit; dan
e. jaminan kredi
2.
Pemeriksaan berkas-berkas\
Untuk
mengetahui apakah berkas pinjaman yang diajukan sudah lengkap sesuai
persyaratan dan sudah benar. Jika belum lengkap atau cukup, maka nasabah
diminta untuk segera melengkapinya dan apabila sampai batas waktu tertentu
nasabah tidak sanggup melengkapi kekurangannya, maka permohonan kreditnya dapat
dibatalkan.
a.
Wawancara I
Merupakan penyelidikan kepada calon
peminjam dengan langsung berhadapan dengan calon peminjam.
b.
On the Spot
Merupakan
kegiatan pemeriksaan ke lapangan dengan meninjau berbagai obyek yang akan
dijadikan usaha atau jaminan. Kemudian hasilnya dicocokkan dengan hasil
wawancara I.
c.
Wawancara II
Merupakan bagian perbaikan berkas,
jika mungkin ada kekurangan pada saat setelah dilakukan on the spot di
lapangan.
d.
Penilaian dan analisis kebutuhan modal
Merupakan kegiatan yang dilakukan
dalam rangka menilai kebutuhan kredit yang sebenarnya.
e.
Keputusan Kredit
Keputusan kredit dalam hal ini
adalah menentukan apakah kredit akan diberikan atau ditolak, jika diterima,
maka dipersiapkan administrasinya.
f.
Penandatanganan akad kredit/perjanjian lainnyaKegiatan ini
merupakan kelanjutan dari diputuskannya kredit, maka sebelum kredit dicairkan
terlebih dahulu calon nasabah menandatangani akad kredit.
g.
Realisasi Kredit
Diberikan setelah penandatanganan
surat-surat yang diperlukan dengan membuka rekening giro atau tabungan di bank
yang bersangkutan.
h.
Penyaluran/Penarikan
Adalah pencairan atau pengambilan
uang dari rekening sebagai realisasi dari pemberian kredit dan dapat diambil
sesuai ketentuan dan tujuan kredit.
i.
Penilaian Kredit
Sebelum suatu fasilitas kredit diberikan maka bank harus
merasa yakin bahwa kredit yang diberikan benar-benar akan kembali.
D.
Pengertian Studi Kelayakan Usaha
Analisis
Kelayakan Usaha atau disebut juga feasibility study adalah kegiatan
untuk menilai sejauh mana manfaat yang dapat diperoleh dalam melaksanakan suatu
kegiatan usaha. Hasil analisis ini digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam
mengambil keputusan, apakah menerima atau menolak dari suatu gagasan usaha.
Pengertian layak dalam penelitan ini adalah kemungkinan dari gagasan suatu
usaha yang akan dilaksanakan dapat memberikan manfaat dalam arti finansial
maupun sosial benefit. Dengan adanya analisis kelayakan ini diharapkan
resiko kegagalan dalam memasarkan produk dapat dihindari.
E.
Tujuan Analisis Kelayakan
Tujuan analisis kelayakan usaha antara lain sebagai berikut
:
1.
Mengetahui tingkat keuntungan terhadap alternatif investasi.
2. Mengadakan penilaian terhadap
alternatif investasi.
3. Menentukan prioritas investasi,
sehingga dapat dihindari investasi yang hanya memboroskan sumber daya.
F.
Keperluan Untuk Penyusunan Studi Kelayakan
1. Untuk setiap permohonan kredit
investasi untuk jumlah tertentu, disamping nasabah harus menyampaikan Project
proposal, juga harus menyampaikan feasibility study, yang
disusun atau dibuat oleh salah satu kantor konsultan yang ditunjuk oleh bank.
2. FS tidak saja diminta pada saat
pengajuan kredit baru, tetapi juga untuk kredit kredit yang sedang berjalan
sepanjang bank menilai bahwa atas suatu proyek yang telah mendapat pembiayaan
kredit diperlukan FS.
3. Pada umumnya biaya
penyusunan/pembuatan FS ditanggung oleh nasabah.
G.
Tahap-tahap Analisis Kelayakan Usaha
Dalam mengadakan penilaian terhadap suatu proyek yang akan
dibiayai, isi kelayakan usaha haruslah selengkap mungkin mencerminkan keadaan
proyek yang sebenarnya sehingga bank benar benar meyakini bahwa proyek yang
akan dibiayai feasible dan kredit yang diberikan cukup terjamin
keadaannya.Hal tersebut dimaksudkan agar bank dapat lebih mudah/cepat dalam
pelaksanaan penilaian data dan pengambilan keputusan . Untuk keperluan
tersebut, maka dalam FS perlu dimuat /dicantumkan aspek aspek yang ada
hubungannya, baik yang berada didalam perusahaan maupun di luar perusahaan itu
sendiri.Analisis kelayakan usaha mencakup beberapa aspek antara lain: aspek
pasar, aspek teknis dan operasional, aspek finansial dan aspek lingkungan serta
aspek legal. Analisis kelayakan usaha yang disusun merupakan pedoman kerja,
baik dalam penanaman investasi, pengeluaran biaya, cara produksi, cara melakukan
pemasaran dan cara memperlakukan lingkungan organisasi. Dalam kenyataannya
tidak semua aspek harus diteliti, hanya aspek yang benar-benar dibutuhkan saja
yang perlu dianalisis untuk dibahas lebih lanjut. Aspek-aspek tersebut antara
lain:
a.
Aspek Hukum / Legalitas
Bentuk
Kontribusi :
1. Memilih Bentuk Usaha yang paling
tepat sesuai dengan tujuan organisasi.
2. Menilai apakah usaha yang akan
dijalankan melanggar ketentuan UU atau peraturan yang berlaku.
3. Menentukan prosedur pendirian.
Manfaat analisa aspek Hukum adalah untuk menilai legalitas
usahanya (bentuk badan hukum usahanya, perijinan), legalitas pengajuan
kreditnya dan legalitas agunan yang akan digunakan
b.
Aspek Manajemen
Bentuk Kontribusi :
1. Struktur Organisasi.
2. Analisis pekerjaan.
3. Analisis jabatan.
4. Proses rekrutmen.
5. Teknik pemberian kompensasi.
Manfaat analisa Aspek Manajemen adalah untuk menilai bentuk
organisasi yang paling tepat, menentukan manajemen proyek maupun manajemen
bisnis.
c.
Aspek Teknis dan Produksi
Bentuk Kontribusi :
1. Pemilihan desain produk yang akan
diproduksi.
2. Penghitungan Kapasitas Perusahaan.
3. Pemilihan mesin dan teknologi serta
peralatan yang akan digunakan.
4. Penentuan lokasi usaha.
5. Penentuan proses produksi dan layout
pabrik yang dipilih, termasuk layout bangunan dan fasilitas lain.
6. Penghitungan skala produksi yang
ekonomis.
Manfaat analisa aspek Teknis & Produksi adalah untuk
menilai apakah kegiatan produksi dapat dilakukan secara efisien dan efektif.
d.
Aspek Sosial dan Lingkungan
Bentuk Kontribusi :
1. Dampak pencemaran lingkungan (AMDAL)
2. Penyerapan tenaga kerja.
3. Dampak social.
Manfaat analisa Aspek Sosial Dan Lingkungan adalah
untuk menilai dampak pencemaran dan pengaruhnya terhadap kondisi sosial
masyarakat.
e.
Aspek Pemasaran
Bentuk Kontribusi :
1. Menganalisis permintaaan dan
penawaran.
2. Mencari & menghitung pasar
potensial, permintaan potensial & permintaan efektif, segmen pasar.
3. Menganalisis persaingan
4. Memilih strategi pemasaran yang
tepat
5. Menentukan strategi generik.
Manfaat analisa aspek pemasaran adalah untuk menentukan dan
menilai apakah produk yang akan dihasilkan dapat diserap/diterima oleh pasar
(marketable).
f.
Aspek Keuangan
Bentuk Kontribusi :
1. Menentukan Modal kerja.
2. Menentukan modal investasi.
3. Menilai arus kas.
4. Membuat proyeksi laba-rugi dan
neraca perusahaan.
5. Mengetahui tingkat pengembalian
modal.
6. Mengetahui profitabilitas,
likuiditas, dan rentabilitas usaha yang akan dijalankan.
Manfaat
analisa aspek Keuangan adalah untuk menilai kelayakan aspek keuangan, apakah
menguntungkan atau tidak.
H.
Usaha yang Bankable
Lembaga keuangan/bank adalah sumber modal terbesar yang
dapat dimanfaatkan oleh UMKM. Namun untuk bermitra dengan bank, usaha kecil
dituntut menyajikan proposal usaha yang feasible atau layak usaha dan
menguntungkan. Disamping itu lembaga keuangan bank mensyaratkan usaha kecil
harus bankable atau dinilai layak oleh bank untuk mendapatkan kredit. Beberapa
prinsip untuk mewujudkan usaha yang bankable adalah sebagai berikut:
a.
Prinsip-prinsip 5 C
Untuk dapat melaksanakan kegiatan perkreditan secara sehat,
dikenal adanya prinsip-prinsip perkreditan (5 C) yaitu :
1. Character
Karakter
adalah watak/sifat dari debitur, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam
lingkungan usaha. Kegunaannya untuk mengetahui sampai sejauh mana tingkat
kejujuran, integritas serta itikad debitur untuk memenuhi kewajiban sesuai
perjanjian yang telah ditetapkan.
2. Capacity
Adalah
kemampuan nasabah dalam menjalankan usahanya guna memperoleh laba yang
diharapkan. Kegunaannya untuk mengukur sampai sejauh mana nasabah mampu
melunasi hutang-hutangnya secara tepat waktu dari kegiatan usahanya
3. Capital
Dilihat
dari kemampuan untuk menyediakan modal sendiri/self financing sampai jumlah
tertentu
4. Collateral
Adalah
barang-barang yang diserahkan nasabah sebagai agunan terhadap kredit yang diterimanya.
Bentuk Jaminan :
a. Jaminan Kebendaan : Jaminan
utama dan Jaminan Tambahan
b. Jaminan dari Pihak Ketiga
5. Condition of social, economy and
environment
Adalah
situasi dan kondisi politik, sosial, ekonomi dan budaya yang mempengaruhi
keadaan perekonomian pada suatu saat yang kemungkinannya mempengaruhi
kelancaran usaha nasabah.
6. Constraint
Yakni
batasan-batasan atau hambatan-hambatan yang tidak memungkinkan seseorang
melakukan business di suatu tempat.
b.
Prinsip 7 P
1. Personality; kepribadian, tingkah laku
2. Party; klasifikasi/golongan
3. Purpose; tujuan ambil kredit
4. Prospect; menilai usaha masa yang akan
datang
5. Payment; bgmn pengembalian
6. Profitability; kemampuan cari laba
7. Protection; menjaga dgn perlindungan
c.
Prinsip 3 R
1. Return (kembali); modal dan laba dpt
kembali ke pengusaha.
2. Repayment (pembayaran); kemampuan,
kesanggupan, keinginan mengembalikan
3. Risk (risiko); antisipasi terjadi risiko
gagal
d.
Analisa Ratio Keuangan dalam Perkreditan
Analisa ratio keuangan dalam
penilaian kredit, antara lain berupa:
1. Analisa Keuangan :
a. ROI (return on
investment)
- NPV (net present value)
- B/C Ratio (benefit cost ratio)
- IRR (internal rate of return)
- BEP (break even point )
2. Ratio Likuiditas : kemampuan memenuhi kewajiban
jangka pendek
a. Current Ratio (%) = Aktiva Lancar/Hutang Lancar x
100%
b. Net Working Capital = Aktiva Lancar – Hutang Lancar
3. Ratio Profitabilitas : kemampuan menghasilkan keuntungan
a. Gross Profit Margin (%) = Laba Kotor/Penjualan x 100%
b. Net Profit Margin (%) = Laba Bersih/Penjualan x 100%
c. Return on Asset (%) = Laba Bersih/Total Asset x
100%
d. Return On Equity (%) = Laba Bersih/Total Modal x
100%
4. Ratio Solvabilitas : kemampuan untuk melunasi hutang
a. Debt Equity Ratio (DER) = Hutang / Modal x 100%
5. Ratio Aktivitas : untuk melihat aktivitas usaha
nasabah
a. Perputaran Inventory (ITO) =
Persediaan/Penjualan x 360 hr
b. Perput. Piutang Dagang (ARTO) =
Piutang/Penjualan x 360 hr
c. Perput. Hutang Dagang (APTO) =
Hutang/Penjualan x 360 hr
d. Trade Cycle/Siklus Usaha (TC) = ITO +
ARTO – APTO
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
a.
Pengertian
Manajemen Bank
Manajemen perbankan adalah ilmu dan
seni dalam mengatur kegiatan pengumpulan dana, penyaluran kredit dan
pelaksanaan lalu lintas pembayaran agar efektif mencapai tujuan. Di dalam
manajemen perbankan akan dibahas hal hal yang lebih spesifik yakni
1.
Manajemen dana bank(MDB) dengan focus analisis meliputi
penarikan dan pengumpulan data
2.
Manajemen perkreditan bank dengan focus meliputi penyaluran
kredit
3.
Manajemen lalulintas pembayaran dengan focus analisis
tentang pelaksanaan kliring transfer dan inkaso
4.
Manajemen sumber daya manusia dengan focus analisis tentang
masalah sumber daya manusia.
Pertumbuhan ekonomi suatu negara
dapat ditandai dengan pertumbuhan industri perbankan yang ada dalam negara
tersebut. Semakin berkembang industri perbankan maka semakin baik pula
pertumbuhan ekonomi negara itu sendiri. Salah satu usaha jasa yang menawarkan
berbagai kebutuhan masyarakat akan jasa pelayanan keuangan.
Maka usaha jasa perbankan selain
mengedepankan profesionalisme dalam pelayanan kepada masyarakat sebagai
nasabah, juga harus mengedepankan kepercayaan, karena dapat dikatakan bahwa
industri perbankan adalah merupakan industri yang menjual kepercayaan kepada
masyarakat sebagai nasabahnya.
Masyarakat sebagai konsumen atau
pasar yang dituju oleh industri perbankan memiliki berbagai pertimbangan
dalam memilih usaha jasa perbankan yang akan digunakannya, hal tersebut dapat
dilihat dari faktor tingkat bunga yang ditawarkan oleh perbankan kepada
masyarakat, tingkat kenyamanan yang dirasakan oleh masyarakat dalam hal
penyimpanan uang pada bank tersebut, juga mengenai kemudahan dalam memperoleh
pinjaman.
B.
Saran
Demikian makalah yang dapat kita sajikan
mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya
masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan
kurangnya referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Kami sangat
membutuhkan kritik dan saran yang membangun, demi sempurnanya makalah ini. Semoga
makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca.
Kami ucapkan terimakasih.
Segala
puji hanyalah milik Allah SWT. Kita memuji-Nya, meminta pertolongan, ampunan
dan kita memohon perlindungan kepada-Nya dari kejelekan dan keburukan
amalan-amalan kita. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah SWT maka tidak
ada yang mampu menyesatkannya dan barang siapa yang telah Ia sesatkan maka
tidak ada yang mampu memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan
yang hanya kecuali Allah SWT.
Tiada sekutu baginya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba serta
utusanNya.
Makalah
ini berjudul “PERMODALAN BANK”.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi prosedur perkuliahan Fakultas Ekonomi pada Universitas
Indonesia Timur Makassar.
Banyak
rintangan yang penulis hadapi dalam menyelesaikan makalah ini, namun tidak
menyurutkan semangat penulis untuk terus berusaha dan berdoa. Makalah ini
terselesaikan bukanlah semata-mata hasil kerja penulis semata, namun tidak
lepas dari doa dan dukungan orang-orang yang ingin melihat penulis menjadi
seseorang yang berguna untuk masyarakat.
Dengan penuh kesadaran diri dan
dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari bahwa hanya Allah-lah yang
memiliki segala kesempurnaan, sehingga apa yang penulis sajikan dalam makalah
ini tentu masih jauh dari kesempurnaan. Hal ini tentunya disebabkan karena
keterbatasan penulis dalam pengalaman dan ilmu pengetahuan.
Oleh karena itu, saran dan kritikan yang kontruktif sangatlah penulis harapkan
dan semoga makalah ini dapat berguna sebagai ilmu yang bermanfaat.
Makassar, November 2015
|
Tugas Kelompok
PERMODALAN BANK

Di susun oleh:
KELOMPOK 6
IKHSAN 12.
602. 007
SUHAEDI 12.
602. 037
YOAS SUNYAP 12.
602.
JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR
MAKASSAR
|
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................ i
DAFTAR ISI................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................ 1
A.
Latar Belakang......................................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah.................................................................................... 1
C.
Tujuan Penulis.......................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN............................................................................. 3
A.
Pengertian Manajemen
Bank.................................................................... 3
B.
permodalan
bank...................................................................................... 4
C.
Penyaluran
kredit..................................................................................... 7
D.
Studi Kelayakan Usaha............................................................................ 9
E.
Tujuan Analisis Kelayakan....................................................................... 9
F.
Keperluan Untuk Penyusunan Studi Kelayakan...................................... 10
G.
Tahap-tahap Analisis Kelayakan Usaha................................................... 10
H.
Usaha yang Bankable............................................................................... 12
BAB III PENUTUP..................................................................................... 16
A.
Kesimpulan............................................................................................... 16
B.
|
Aku Widya Okta, saya ingin bersaksi pekerjaan yang baik dari Allah dalam hidup saya kepada orang-orang saya yang mencari untuk pinjaman di Asia dan bagian lain dari kata, karena ekonomi yang buruk di beberapa negara. Apakah mereka orang yang mencari pinjaman di antara kamu? Maka Anda harus sangat berhati-hati karena banyak perusahaan pinjaman penipuan di sini di internet, tetapi mereka masih asli sekali di perusahaan pinjaman palsu. Saya telah menjadi korban dari suatu 6-kredit pemberi pinjaman penipuan, saya kehilangan begitu banyak uang karena saya mencari pinjaman dari perusahaan mereka. Aku hampir mati dalam proses karena saya ditangkap oleh orang-orang dari utang saya sendiri, sebelum aku rilis dari penjara dan teman yang saya saya menjelaskan situasi saya kemudian memperkenalkan saya ke perusahaan pinjaman reliabl yang SANDRAOVIALOANFIRM. Saya mendapat pinjaman saya Rp900,000,000 dari SANDRAOVIALOANFIRM sangat mudah dalam 24 jam yang saya diterapkan, Jadi saya memutuskan untuk berbagi pekerjaan yang baik dari Allah melalui SANDRAOVIALOANFIRM dalam kehidupan keluarga saya. Saya meminta nasihat Anda jika Anda membutuhkan pinjaman Anda lebih baik kontak SANDRAOVIALOANFIRM. menghubungi mereka melalui email:. (Sandraovialoanfirm@gmail.com)
BalasHapusAnda juga dapat menghubungi saya melalui email saya di (widyaokta750@gmail.com) jika Anda merasa sulit atau ingin prosedur untuk memperoleh pinjaman.
Saya ingin memberikan semua kemuliaan kepada Allah SWT untuk apa yang Dia gunakan Bunda Rossa lakukan dalam hidup saya, nama saya Mira Binti Muhammad dari kota bandung di Indonesia, saya seorang janda dengan 2 anak, suami saya meninggal dalam kecelakaan mobil dan Sejak saat itu hidup menjadi sangat kejam bagi saya dan keluarga saya dan saya telah berusaha beberapa kali untuk mendapatkan pinjaman dari bank-bank di Indonesia dan saya ditolak dan ditolak karena saya tidak memiliki jaminan dan tidak bisa mendapatkan pinjaman dari bank dan saya sangat sedih
BalasHapusPada hari yang penuh pengabdian ini ketika saya pergi melalui internet, saya melihat kesaksian ibu Annisa bekerja tentang bagaimana dia mendapatkan pinjaman dari Ny. Rossa dan saya menghubunginya untuk bertanya tentang ibu perusahaan pinjaman Rossa dan seberapa benar pinjaman dari ibu Rossa dan dia mengatakan kepada saya itu benar dan saya menghubungi Ibu Rossa dan setelah mengajukan permohonan pinjaman saya dan pinjaman saya diproses dan disetujui dan dalam waktu 24 jam saya mendapatkan uang pinjaman saya di rekening bank saya dan ketika saya memeriksa akun saya, uang pinjaman saya masih utuh dan saya sangat senang dan saya telah berjanji bahwa saya akan membantu untuk bersaksi kepada orang lain tentang perusahaan pinjaman ibu rossa, jadi saya ingin menggunakan media ini untuk menyarankan siapa pun yang membutuhkan pinjaman untuk menghubungi Ibu Rossa melalui email: rossastanleyloancompany@gmail.com dan Anda Dapat juga hubungi saya melalui email saya: mirabintimuhammed@gmail.com untuk informasi serta teman-teman saya Annisa Barkarya melalui email: annisaberkarya@gmail.com
Saya ingin memberikan semua kemuliaan kepada Allah SWT untuk apa yang Dia gunakan Bunda Rossa lakukan dalam hidup saya, nama saya Mira Binti Muhammad dari kota bandung di Indonesia, saya seorang janda dengan 2 anak, suami saya meninggal dalam kecelakaan mobil dan Sejak saat itu hidup menjadi sangat kejam bagi saya dan keluarga saya dan saya telah berusaha beberapa kali untuk mendapatkan pinjaman dari bank-bank di Indonesia dan saya ditolak dan ditolak karena saya tidak memiliki jaminan dan tidak bisa mendapatkan pinjaman dari bank dan saya sangat sedih
BalasHapusPada hari yang penuh pengabdian ini ketika saya pergi melalui internet, saya melihat kesaksian ibu Annisa bekerja tentang bagaimana dia mendapatkan pinjaman dari Ny. Rossa dan saya menghubunginya untuk bertanya tentang ibu perusahaan pinjaman Rossa dan seberapa benar pinjaman dari ibu Rossa dan dia mengatakan kepada saya itu benar dan saya menghubungi Ibu Rossa dan setelah mengajukan permohonan pinjaman saya dan pinjaman saya diproses dan disetujui dan dalam waktu 24 jam saya mendapatkan uang pinjaman saya di rekening bank saya dan ketika saya memeriksa akun saya, uang pinjaman saya masih utuh dan saya sangat senang dan saya telah berjanji bahwa saya akan membantu untuk bersaksi kepada orang lain tentang perusahaan pinjaman ibu rossa, jadi saya ingin menggunakan media ini untuk menyarankan siapa pun yang membutuhkan pinjaman untuk menghubungi Ibu Rossa melalui email: rossastanleyloancompany@gmail.com dan Anda Dapat juga hubungi saya melalui email saya: mirabintimuhammed@gmail.com untuk informasi serta teman-teman saya Annisa Barkarya melalui email: annisaberkarya@gmail.com
Saya ingin memberikan semua kemuliaan kepada Allah SWT untuk apa yang Dia gunakan Bunda Rossa lakukan dalam hidup saya, nama saya Mira Binti Muhammad dari kota bandung di Indonesia, saya seorang janda dengan 2 anak, suami saya meninggal dalam kecelakaan mobil dan Sejak saat itu hidup menjadi sangat kejam bagi saya dan keluarga saya dan saya telah berusaha beberapa kali untuk mendapatkan pinjaman dari bank-bank di Indonesia dan saya ditolak dan ditolak karena saya tidak memiliki jaminan dan tidak bisa mendapatkan pinjaman dari bank dan saya sangat sedih
BalasHapusPada hari yang penuh pengabdian ini ketika saya pergi melalui internet, saya melihat kesaksian ibu Annisa bekerja tentang bagaimana dia mendapatkan pinjaman dari Ny. Rossa dan saya menghubunginya untuk bertanya tentang ibu perusahaan pinjaman Rossa dan seberapa benar pinjaman dari ibu Rossa dan dia mengatakan kepada saya itu benar dan saya menghubungi Ibu Rossa dan setelah mengajukan permohonan pinjaman saya dan pinjaman saya diproses dan disetujui dan dalam waktu 24 jam saya mendapatkan uang pinjaman saya di rekening bank saya dan ketika saya memeriksa akun saya, uang pinjaman saya masih utuh dan saya sangat senang dan saya telah berjanji bahwa saya akan membantu untuk bersaksi kepada orang lain tentang perusahaan pinjaman ibu rossa, jadi saya ingin menggunakan media ini untuk menyarankan siapa pun yang membutuhkan pinjaman untuk menghubungi Ibu Rossa melalui email: rossastanleyloancompany@gmail.com dan Anda Dapat juga hubungi saya melalui email saya: mirabintimuhammed@gmail.com untuk informasi serta teman-teman saya Annisa Barkarya melalui email: annisaberkarya@gmail.com